DAMPAK EKONOMI AKIBAT
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA BILAYUK
Wawannita29.blogspot.com Dampak
ekonomi masuknya perusahaan
perkebunan kelapa sawit di
Desa Bilayuk adalah perubahan pendapatan petani. Secara ekonomi petani sawit memperolah
manfaat berupa peningkatan pendapatan. Hal ini berpengaruh sangat baik jika dilihat dan dibandingkan dari ekonomi
masyarakat dari tahun ketahun di desa Bilayuk. Syahza (2011) mengemukakan kegiatan
pembangunan perkebunan kelapa sawit telah memberikan dampak terhadap percepatan
pembangunan ekonomi masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan di daerah
pedesaan. Hal
lain mengemukakan dampak ekonomi akibat perkebunan kelapa sawit dapat meningkatkan investasi yang
beragam serta menghasilkan pendapatan yang stabil (Unjan et al. 2013).
Dampak perkebunan kelapa sawit di Desa Bilayuk sangat
terlihat secara signifikan, karena terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat
sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga dengan adanya lapangan kerja yang
diberikan oleh pihak perusahaan. Jika dilihat dari sisi positif dampak ekonomi
yang terjadi sebenarnya dalam hal ini sangat baik bagi masyarakat, dilihat dari
peningkatan jumlah penghasilan secara umum dari hasil ini jelas meningkat namun
dilihat juga dari sisi negatif akan berakibat berkembangnya pengaruh lingkungan
sosial masyarakat sehingga mengakibatkan perubahan pola pikir dan dapat
menimbulkan gesekan-gesekan yang terjadi dimasyarakat. Wawannita29.blogspot.com
Selain dilihat dari sisi positif tentu dampaknya juga
dapat dilihat dari sisi negatif, yaitu dampak lingkungan, karena bagaimanapun
juga bagi masyarakat desa, alam sangat beramanfaat untuk kehidupan. Dampak Lingkungan akan dinilai dari sisi
positif dan negatif tergantung bagaimana cara masyarakat mengartikan dalam
kehidupannya. Banyak persepsi masyarakat mengenai dampak perkebunan kelapa
sawit dengan perubahan kondisi lingkungan yang dialami oleh masyarakat, seperti
terjadinya pencemaran air, berkurangnya populasi satwa, serta berkurangnya
kuantitas air tanah atau kekeringan. Dengan bertambahnya luasan perkebunan
kelapa sawit, maka semakin banyak penggunaan pupuk-pupuk serta obat-obatan
untuk kesuburan pohon kelapa sawit, hal ini mengakibatkan air dari kegiatan
pemupukan terbuang ke sungai yang berdampak pada pencemaran air sungai. Penggunaan
pupuk dan pestisida dengan jumlah yang banyak akan menyebabkan kerusakan
lingkungan serta mengancam keanekaragaman hayati. Wawannita29.blogspot.com
Dampak berikutnya yang terjadi akibat perkebunan kelapa
sawit yang dilakukan adalah konversi hutan alam seperti mengganti kebun karet
dengan tanaman kelapa sawit dan merubah lanskap hutan alam, selain itu akan
merusak kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang berada di bawahnya. Akibat dari
berubahnya kondisi DAS adalah terjadinya peningkatan aliran permukaan, dan
erosi tanah, kelapa sawit memiliki laju penguapan air yang cukup tinggi. Dufrene et al. (1993). Evapotranspirasi
adalah gabungan antara evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi tanaman
yang mengalami penguapan sehingga berpengaruh terhadap kesediaan air tanah (BMG
2006; Pasaribu et al. 2012).
Berdasarkan persepsi masyarakat mengenai dampak
perkebunan kelapa sawit terhadap lingkungan mendapatakan respon yang berbeda
beda dari kelompok masyarakat itu sendiri, karena dilihat dari sisi positif dan
negatif semuanya mempunyai pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat,
sehingga masyarakat mengartikan persepsinya sendiri bagaimana dampak perkebunan
kelapa sawit yang terjadi saat ini. Jika dilihat dari dampak perkebunan kelapa
sawit yang terjadi saat ini seharus nya masyarakat harus pintar dalam
mengartikan, karena jika dilihat dari sisi positif dan negatif semua nya jelas
mempunyai pengaruh tapi masyarakat juga tidak boleh terlena dalam hal ini
karena dengan berkembangnya perekonomian desa akan mengakibatkan berkembangnya
juga pengaruh yang akan ditimbulkan, maka dari itu semua kalangan masyarakat
seharusnya bisa memahami hal ini.
Desa Bilayuk sebenarnya mengalami eksternalitas.
Eksternalitas yang dirasakan oleh masyarakat adalah pencemaran air sungai.
Sungai di Desa Bilayuk yang terkena limbah cair industri merupakan sumber air untuk
pertanian, dan sumber air yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Akibat
limbah cair dari aktivitas industri, masyarakat tidak dapat memanfaatkan air
karena sudah tercemar oleh limbah yang mengandung bahan kimia beracun dan
berbahaya (B3). Tercemarnya saluran air mengakibatkan masyarakat mengalami
gangguan kesehatan seperti diare dan gatal-gatal karena masih memanfaatkan air yang
dialiri limbah kimia. Eksternalitas lainnya adalah pemanfaatan air sungai yang
terbatasi, akibatnya masyarakat harus mencari sumber air lain untuk dapat
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumber air yang digunakan oleh masyarakat
sebagai pengganti air sungai berasal dari air sumur, air saluran yang belum
terkontaminasi dan membeli air isi ulang (galon). Tindakan masyarakat tersebut
mengakibatkan masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan setiap bulannya. Wawannita29.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar