Langsung ke konten utama

Manfaat buah pinang bagi kesehatan

BUAH PINANG

1. BUAH PINANG
          Buah pinang disebut buah batu (buni), keras dan berbentuk bulat telur. Panjang buah antara 3-7
cm, diameter biji 1.9 cm, warna kuning kemerahan. Buah terdiri atas tiga lapisan, yaitu : lapisan luar
(epicarp) yang tipis, lapisan tengah (mesocarp) berupa sabut dan lapisan dalam (endocarp) berupa biji
yang agak lunak dimana di dalamnya terdapat endosperm (Anonim, 2007; Ferry, 1992).

2. KOMPOSISI BUAH PINANG
          Biji pinang mengandung tanin, alkaloid, lemak, minyak atsiri, gula dan air (Anonim, 1982).
Tanin dan alkaloid adalah komponen penting dari biji pinang. Tanin tergolong senyawa polifenol
yang dapat larut dalam gliserol, alkohol, tetapi tidak larut dalam benzene, eter dan petroleum eter
(Jayalaksmi dan Mathew, 1982 dalam Rumokoy, 1991). Cai et al.(2004) dan Chun et al. (2006) dalam
Subroto (2006) menyatakan bahwa kandungan total fenolik pada biji pinang tergolong tinggi, yaitu
7.91 g/100g. Selanjutnya kadar alkaloid yang berkisar 0,3-1.45% , terdiri dari : arekolin atau
arecaidine methyl ester (C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin (guvacine methyl ester),
guvasine dan isoguvasine. Arekolin merupakan alkaloid yang paling aktif. Biji segar mengandung
kira-kira 50% lebih banyak alkaloid, dibandingkan biji yang telah diprose. Selain itu juga
mengandung tanin 15%, kanji, resin dan lemak 14% terdiri dari asam palmitat, oleat, stearat, kaproat,
kaprilat, laurat dan miristat (Clause et al., 1988; Anonim, 2007).

3. MANFAAT /KHASIAT BIJI PINANG
         Pemanfaatan biji pinang secara tradisional telah berlangsung secara luas sejak ratusan tahun lalu
dan penggunaan paling populer adalah pada kegiatan menyirih dengan bahan campuran sirih, kapur
dan ada juga yang mencampurnya dengan tembakau. Budaya mengkonsumsi pinang yang sering
ditemukan adalah di Papua, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Nangro Aceh Darusalam dan
Sumatera Barat. Menurut Agusta (2007), diperkirakan populasi pengguna biji pinang secara berkala
dalam berbagai bentuk sediaan mencapai sekitar 500 juta orang
a) Pinang sebagai kebutuhan pokok, sumber energi dan untuk upacara adat
Seorang penikmat pinang di Papua bertutur “Lebih baik tidak makan (nasi), daripada tidak
makan pinang”. Hal ini menunjukkan bahwa pinang menjadi kebutuhan pokok mengalahkan nasi
atau sagu. Penikmat pinang di NTT juga mengatakan “Kalau sehari saja tak makan pinang saya
merasa pusing”. Buah pinang selain memberi kenikmatan tersendiri, juga dimanfaatkan dalam
upacara-adat. Di NTT, pinang menjadi simbol perdamaian. Bila terjadi konflik dalam masyarakat,
misalnya kedua pihak dipertemukan, mereka bersumpah untuk menghilangkan permusuhan dan
menegakkan perdamaian. Saat sumpah itu diikrarkan mereka memasukkan kedua tangan dalam
wadah okomama (kotak ukuran beragam, yang bagian luar dibalut kain tenunan adat). Isi kotak
berupa sirih, buah pinang dan kapur. Selain itu digunakan juga untuk menjamu tamu. Di
Sumatera Barat, pinang juga menjadi kebutuhan pokok. Bagi orang-orang tertentu selesai
makan, dilanjutkan dengan mengulum biji buah pinang, ada juga yang sementara bekerja tetap
menikmati biji pinang yang sudah dipotong berbentuk kubus berukuran 1 cm x 1 cm. Seorang penikmat di Kalimantan Barat yang sehari-harinya sebagai peladang berpindah-pindah,
menganggap biji pinang sebagai sumber energi. Setiap ke ladang dengan berjalan puluhan
kilometer tanpa alas kaki, ia harus membawa perbekalan buah pinang (Duryatmo, 2005).
b) Pinang sebagai pengganti rokok, mengatur pencernaan dan mencegah ngantuk
Di China tercatat rata-rata 5 juta dari 1.6 miliar penduduk menjadikannya sebagai konsumsi
harian pengganti rokok. Buah yang dikonsumsi seperti permen karet ini berdasarkan penelitian
para ahli di sana sangat bagus bagi pencernaan manusia. Fungsinya sangat vital sekali ketika
mengatur organ-organ metabolisme tubuh. Para supir di sana sudah menjadikan makanan wajib
guna menghilangkan ngantuk ketika menyetir kendaraan. Bagi kalangan muda mempercayainya
sebagai pengharmonis hubungan keluarga karena kandungan pembangkit libido yang terdapat
didalamnya (Hamdani, 2007). Sedangkan di Lampung, campuran biji pinang, madu dan telur
digunakan untuk mengobati impotensi (Anonim, 1991a)
c) Pinang sebagai bahan kosmetik dan pelangsing
Di Cina pinang juga dimanfaatkan untuk bahan kosmetik, yaitu untuk mengencangkan kulit.
Sedangkan di Indonesia, biji pinang sudah dimanfaatkan sebagai salah satu bagian dalam
melakukan formulasi dari salah satu produk kosmetik, yang berfungsi sebagai peeling atau
menghilangkan sel-sel kulit yang mati (Soedibyo, 2007). Selain itu biji pinang dapat berfungsi
sebagai pelangsing. Dzulkarnain dan Widowati (1994), telah melakukan pendekatan mekanisme
penurunan berat badan melalui penelusuran sifat kandungan kimia. Ternyata zat samak (tanin)
pada pinang bersifat astringen, yang diketahui dapat mengendapkan protein mukus yang melapisi
bagian dalam usus. Lapisan ini sukar ditembus zat hingga terjadi hambatan penyerapan makanan,
dengan demikian zat yang diserap berkurang dan mungkin akibatnya orang tidak menjadi gemuk
(Argawal, 1976; Perry, 1980 dan Anonim, 1991b).
d) Pinang sebagai bahan baku obat
Sebagai bahan baku obat, biji pinang dapat mengobati cacingan , perut kembung akibat gangguan
pencernaan, bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak,
diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria dan memperkecil pupil mata (miosis) pada
glaucoma.
e) Pinang sebagai antidepresi
Dar dan Khatoon (1996) dalam Subarnas (2005) telah meneliti efek farmakologi dari ekstrak
etanol biji pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pinang mempunyai
aktivitas antidepresi (obat stres). Dari hasil penelitian, terungkap bahwa ekstrak pinang bekerja
menghambat enzim monoamin oksidase (MAO) pada otak tikus. MAO adalah enzim yang
menekan aktivitas neotransmiter, norepineprin dan serotonin. Bila aktivitas ketiga hormon itu
tertekan, maka gejala stres pada manusia dan hewan muncul. Sebaliknya bila hormon lancar,
maka stres dapat ditanggulangi. Selanjutnya pengujian dilakukan dengan memberikan ekstrak
biji pinang pada mencit. Mencit dibagi 3 kelompok, masing-masing kelompok ada 6 mencit.
Kelompok pertama kontrol, hanya disuntikkan gum arab 1%, kelompok kedua diberi ekstrak biji
pinang 200 mg/kg dan kelompok ketiga 400 mg/kg. Satu jam kemudian mencit dimasukkan ke dalam bejana berisi air dan dibiarkan berenang. Hasilnya menunjukkan, kelompok paling stres
adalah mencit yang tidak diberi pinang, rata-rata mengambang selama 190 detik pada 5 menit
pertama. Yang diberi pinang 200 mg/kg lebih bersemangat berenang, hanya mengambang selama
97.2 detik. Sedangkan mencit yang paling aktif dari kelompok uji 400 mg/kg, hanya
mengambang 62.3 detik. Pada 5 menit kedua dan ketiga, terlihat gejala yang sama dimana mencit
yang diberi pinang anti putus asa (Subarnas, 2005).

4. EFEK SAMPING
         Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syaraf. Yang
umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous (gelisah) . Efek
samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah. Tanda-tanda
kelebihan dosis adalah banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan
seizure/serangan (jantung). Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya
yang telah dikeringkan, atau lebih baik bila biji pinang kering direbus (Anonim, 2007).
Kebiasaan mengunyah biji pinang dapat juga menyebabkan kanker mulut, yang telah
menjangkiti sekitar 0.5% pengguna biji pinang (Agusta, 2007), sehingga dianjurkan penggunaan
serbuk biji pinang, sebaiknya tidak lebih dari 4 g/sekali konsumsi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRADISI ADAT BALIANT SUKU DAYAK KANAYATN

S uku Dayak adalah suku asli Kalimantan Barat yang hidup berkelompok dan mempunyai bermacam-macam budaya. Ada beberapa Suku Dayak di Kalimantan Barat yaitu Suku Dayak Kanayatn, Suku Dayak Kenyah, Suku Dayak Benuaq, Suku Dayak Iban dan masih banyak Suku Dayak lagi yang belum disebutkan. Masyarakat Dayak Kanayatn memiliki berbagai tatanan kehidupan atau kebiasaan adat istiadat yang dijalankan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan adat istiadat merupakan wujud ideal dari kebudayaan yang dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari. Adat istiadat juga merupakan sistem kebudayaan yang memiliki sistem norma dan sistem hukum yang menjadi pedoman hidup masyarakatnya. Sistem budaya yang dimiliki mempunyai nilai tinggi, berharga, bermakna, penting untuk dihayati dan dijalankan dalam kehidupan. Masyarakat Dayak juga memiliki konsep ketuhanan, kearifan mengelola hutan dengan cara tradisional, dan kesenian sebagai hasil dari penuangan rasa estetis religius. Semua itu dianggap sebagai warisan berhar...

Optimisme Manajemen AC Milan Terkait Masa Depan Donnaruma Bersama I Rossoneri

Gianluigi Donnarumma sering dikabarkan akan pergi meninggalkan klub yang membesarkan namanya, AC Milan. Gianluigi Donnarumma sering menolak ajakan perpanjangan kontrak dari manajemen AC Milan, Ini dikarenakan Donnaruma tidak mau masa depan nya di AC Milan terlalu dikaitkan dengan banyak Klub -Klub Eropa lainnya.  AC Milan begitu bernafsu untuk permanenkan Donnarumma lebih lama di San Siro karena kontraknya bakal habis pada musim panas 2021. maka dari itu sebelum team - team elit Eropa mendekati Donnaruma,  AC Milan segera ingin membuat kesepakatan dalam perpanjangan kontrak bersamanya.  Tapi,  kali ini merupakan kabar bahagia dari manajemen AC milan, karena kiper berusia 21 tahun itu mulai menerima tawaran dari I Rossoneri. Terkait pemberitaan ini, pelatih AC Milan, Stefano Pioli pun mulai bicara tentang pemberitaan ini.  Stefano Pioli merasa yakin AC Milan akan mencapai kesepakatan kontrak baru dengan Donnarumma. Karena menurut Pioli kiper berpaspor Italia ters...

5 Pemain Muda AC milan Yang Akan Bersinar

1. Daniel Maldini Seperti diketahui, Daniel Maldini adalah putra bek legendaris AC Milan, Paolo Maldini. Namun, berbeda dari sang ayah, ia justru lebih fasih bermain di lini depan dan sanggup bermain di 3 posisi berbeda di belakang penyerang utama. Musim ini Daniel Maldini telah mencetak 9 gol untuk tim primavera, dan bahkan telah mencicipi tampil di Serie A Italia sebanyak satu kali sebagai pengganti. Dengan usia yang masih 18 tahun, ia layak diberi kesempatan naik ke skuat utama sekaligus menyerap ilmu dari para seniornya. 2. Luan Capanni Penyerang muda Luan Capanni diboyong dari Lazio musim panas ini, dan sejauh ini sudah mencetak 9 gol untuk tim primavera AC Milan. Dengan usia yang baru 20 tahun dan tubuh tinggi, ia dinilai bisa menjadi penyerang tajam di masa depan. Ketajaman yang ditunjukkan Luan Capanni membuatnya dinilai layak naik ke skuat utama musim depan. Apalagi, dengan cara itu ia bisa belajar dari Zlatan Ibrahimovic yang memiliki pola permainan yang sama dengannya, denga...